JAKARTA, SENIN - Lorong lantai 2 Gedung Nusantara II DPR, biasanya sepi. Maklum saja, bangunan lama dari Gedung Dewan itu tak ’seseksi’ bangunan disebelahnya yang telah berdiri megah. Ibaratnya, gedung itu menjadi sisa saksi sejarah bangunan lama tempat wakil rakyat bekerja. Ruangan-ruangan yang terdapat di lorong sepanjang kurang lebih 500 meter itu adalah Ruang Sekretariat Komisi II, IV, V, Ruang Pimpinan BURT dan Ruang Sekretariat BURT.
Ruangan-ruangan itu pun tak pernah berbagi cerita ‘heboh’ yang mengundang wartawan mengunjunginya. Hari ini, lorong di lantai dua itu, tepatnya di depan Ruang Sekretariat Komisi IV menjadi primadona. Sejak pagi hingga sore ini, ‘ditongkrongi’ wartawan yang berharap cuplikan komentar dari para penyidik KPK yang tengah menggeledah ruangan itu.
Selain ruangan Al Amin, Ruang Sekretariat Komisi IV diyakini menyimpan banyak dokumen berharga yang dapat mengungkapkan kasus dugaan suap yang tengah ditangani KPK. Dua orang petugas Pamdal (Pengamanan DPR) tampak berjaga di depan ruangan berangka kayu, yang seluruhnya berdinding kaca. Sayangnya, kaca bening yang ‘cling’ itu tak terlalu membantu wartawan mengintip aktivitas yang tengah berlangsung didalamnya. Pintu kaca, ditutupi stiker putih bergaris. Sementara jendela kaca permanennya, seluruhnya tertutupi gorden kayu (biasa disebut orang krai).
Ruangan 5 anggota telah selesai digeledah, hanya ruangan sekretariat yang masih menunjukkan geliatnya.Dari usaha mengintip, terlihat aktivitas yang dilakukan penyidik. Ada yang tengah memeriksa dokumen yang berada di dalam kardus. Ada pula dua orang yang mendokumentasikannya dengan sebuah handycam. Petugas dokumentasi video itu, satu pria dan satu wanita.
Tak hanya itu, terlihat pula beberapa petugas KPK yang siap dengan kamera digitalnya. Mengabadikan kegiatan yang dilakukan rekannya. Selain kegiatan dokumentasi, terlihat pula petugas yang sibuk mengutak-atik hard disk komputer di ruangan tersebut. Seluruh petugas KPK menggunakan rompi berwarna krem yang dibagian belakangnya bertuliskan KPK dengan warna dominan merah dan hitam.
Satu dua petugas yang keluar masuk ruang sekretariat, tak ada yang bersuara. Segala pertanyaan wartawan hanya dijawab dengan anggukan dan senyum. Apa yang bisa diartikan dari anggukan dan senyuman itu? Yang pasti, sekitar pukul 17.00 WIB 5 orang penyidik mengembalikan sebuah hard disk berwarna hitam ke ruangan Anggota Komisi IV Sujud Sirajudin di lantai 19 Gedung Nusantara I.
Meski satu lift saat menuju lantai 19, tetap saja susah mengorek keterangan dari penyidik KPK. Pertanyaan sederhana, apakah seluruh dokumen di hard disk itu telah mereka copy, hanya dijawab dengan senyum. Yang jelas, aktivitas para penyidik itu masih tetap terintip dari gorden kayu yang bolong, karena bagian ujungnya telah patah.
sumber.kompas.com
URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://bian10.wordpress.com/2008/04/29/127/trackback/
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
